Tampilkan postingan dengan label Bhs. Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bhs. Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 April 2012

MATERI BHS. INDONESIA KLS X Memperkenalkan Diri dalam Forum Resmi

Standar Kompetensi : Berbicara 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita Kmpetensi Dasar 2.1 Memperkenalkan diri dan orang lain di da¬lam forum resmi dengan intonasi yang tepat Memperkenalkan Diri dalam Forum Resmi Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih memperkenalkan diri dan orang lain dalam sebuah Forum. Sebelumnya, Anda akan terlebih dahulu memahami hal-hal yang diperlukan dalam kegiatan memperkenalkan diri. Dengan demikian, diharapkan kemampuan berkomunikasi Anda pun akan bertambah. Apakah Anda pernah memperkenalkan diri di hadapan khalayak? Saat Anda masuk Kelas X, tentunya Anda saling memperkenalkan diri. Kegiatan memperkenalkan diri dilakukan di forum-forum resmi, misalnya dalam kegiatan seminar atau diskusi. Dalam kegiatan tersebut, Anda juga dapat memperkenalkan orang lain, misalnya pembicara atau pemateri, notulis, dan moderator. Perhatikan contoh pembicaraan yang diucapkan oleh seorang moderator berikut. “Selamat pagi! Dalam acara diskusi tentang peran lingkungan sekolah ini, perkenankan kami dari Kelompok 5 untuk memperkenalkan diri. Saya, Guntur Ajiputra, bertindak sebagai moderator dalam acara diskusi kita kali ini. Adapun yang berada di sebelah kanan saya adalah Lintang Kristina. Saudari Lintang akan bertindak sebagai pembicara dalam diskusi ini. Adapun di sebelah kiri saya adalah Sigit Hermawan yang bertindak sebagai notulis.” Selain itu, Anda juga dapat mengikuti diskusi dengan lingkup yang lebih luas. Misalnya, Anda mengikuti diskusi panel dengan pembicara yang lebih tua. Dalam hal ini, tentunya bahasa yang dipergunakan berbeda pula. Saat memperkenalkan diri, kita harus menggunakan bahasa dengan ragam formal. Selain itu, perhatikan pula usia para peserta, tingkat pendidikan, dan strata sosialnya. Berikut ini adalah contoh cara memperkenalkan orang lain dalam diskusi yang peserta dan pembicaranya lebih umum. “Saudara-saudara peserta diskusi, sebelum acara diskusi ini dimulai, saya akan memperkenalkan pembicara utama. Pembicara kita kali ini adalah Ibu Dwita Wahyuningtyas. Beliau adalah staf ahli di Kementerian Lingkungan Hidup. Beliau lahir di Langkat, Sumatra Utara, pada 6 Juni 1971. Sekarang, beliau beralamat di Jalan Cemara, Medan, Sumatra Utara. Pada 1996, beliau menyelesaikan pendidikan sarjananya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sekarang, beliau masih menuntut program pascasarjana di Universitas Kebangsaan Malaysia.” Sebagai bahan perkenalan untuk orang lain, dapat pula disertakan daftar riwayat hidup. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mendapatkan informasi mengenai orang yang akan diperkenalkan. Daftar riwayat hidup tersebut terdiri atas: 1. nama lengkap (plus gelar); 2. nama panggilan; 3. tempat dan tanggal lahir; 4. alamat; 5. hobi; 6. riwayat pendidikan; dan 7. riwayat pekerjaan. Daftar riwayat hidup tersebut dapat pula ditambah dengan kolom isian lain sesuai dengan kebutuhan untuk perkenalan. Perhatikan contoh tabel daftar riwayat hidup berikut. Tabel Daftar Riwayat Hidup Nama Lengkap: ……………………………………………………………………. (L/P) Nama Panggilan: ……………………………………………………………………. Alamat: …………………………………………………………….Rt/Rw: …….. Telepon: …… Hobi: ……………………………………………………………………. Riwayat Hidup: 1. Nama Sekolah: ……………………………………. 2. Tahun Lulus Kota: ………………………………… 3. Prestasi yang pernah diperoleh: ………………………………. 4. Aktivitas sekarang (organisasi atau kegiatan lainnya): …………………… Uji Materi 1. Lakukanlah diskusi di kelas dengan menghadirkan moderator dan pembicara. 2. Pilihlah salah satu tema diskusi mengenai lingkungan hidup. 3. Pilihlah salah satu di antara Anda untuk menjadi moderator. 4. Pergunakanlah daftar isi riwayat hidup sesuai dengan contoh dalam materi pembelajaran. 5. Sebelum acara diskusi dimulai, lakukanlah perkenalan moderator dan pembicara oleh pembawa acara. Teknisnya adalah sebagai berikut. a. Pembawa acara terlebih dahulu memperkenalkan diri kemudian mempersilakan moderator maju. b. Moderator maju kemudian memperkenalkan pembicara. c. Selama diskusi berlangsung, saat akan memberi tanggapan atau pertanyaan, setiap peserta wajib untuk memperkenalkan dirinya kepada forum. 6. Selama kegiatan berlangsung, berikan tanggapan atas kekurangan yang terdapat dalam pengucapan kalimat perkenalan. Kaidah Bahasa Mungkin Anda pernah mendengar kalimat berikut dalam sebuah diskusi atau pertemuan. Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia. Waktu dan tempat kami persilakan. Kalimat waktu dan tempat kami persilakan termasuk kalimat yang tidak logis karena kalimat ini tidak dapat diterima akal yang sehat. Padahal, yang harus memberikan sambutan adalah ketua panitia. Apakah betul waktu dan tempat dapat memberikan sambutan? Dalam kalimat sebelumnya, jelas bahwa yang akan memberikan sambutan adalah sang ketua panitia, bukan waktu dan tempat. Akan tetapi, dalam kalimat selanjutnya jalan pikiran pembawa acara tergelincir, yakni dengan mempersilakan waktu dan tempat. Dalam hal ini, seolah-olah yang diundangkan untuk datang ke mimbar pertemuan itu adalah waktu dan tempat. Kalimat yang bernalar dari ucapan pembawa acara adalah sebagai berikut. Acara selanjutnya adalah sambutan dari ketua panitia; ketua panitia kami persilakan.

PROPOSAL


· Definisi Proposal

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk 
suatu kegiatan yang bersifat formal.
· Jenis-Jenis Proposal
Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.
· Isi Proposal
Jenis dari isi proposal ada dua, seperti yang diatas adalah isi proposal yang berbentuk kompleks, dan yang sederhana meliputi: nama kegiatan (judul), dasar pemikiran, tujuan diadakannya kegiatan, ruang lingkup, waktu dan tempat kegiatan, penyelenggara (panitia), anggaran biaya, dan penutup.


· Ciri-Ciri Proposal
1. Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan
2. Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan
3. Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara
4. Pastinya proposal itu berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah di jilid yang nantinya diserahkan kepada si empunya acara
5. dan lain-lain yang sulit untuk dijelaskan (dicari).
Salah satu ciri khas puisi adalah nada serta irama yang ada dalam setiap kata-katanya. Oleh sebab itu, seringkali kegiatan membaca puisi diperlombakan dengan istilah deklamasi puisi. Dalam Pelajaran ini, Anda akan berlatih membacakan puisi. Sebelumnya, Anda harus memahami terlebih dahulu teknik-teknik pembacaan Puisi.


2.PUISI


Pernahkah Anda membaca puisi? Puisi yang dibacakan dapat lebih dihayati, baik oleh pendengar ataupun pembacanya jika diperhatikan aspek lafal, nada, intonasi, dan tekanannya. Lafal meliputi kejelasan kita dalam mengucapkan kata-kata puisi. Nada meliputi cara suasana kita membawakan puisi yang bernuansa sedih, semangat, atau bahkan syahdu. Adapun intonasi puisi yang dibacakan menyangkut bagaimana kita membuat jeda antarkata ataupun antarbaris dalam puisi. Intonasi harus kita perhatikan karena menyangkut kapan kita harus berhenti dalam membacakan kata-kata puisi. Selanjutnya, tekanan menyangkut kapan kita harus menaikkan atau menurunkan tinggi rendahnya puisi yang kita deklamasikan. Pembacaan puisi yang penuh penghayatan kadang membuat pendengar terbawa atau terhanyut dalam isi puisi. Seseorang yang mendeklamasikan puisi dengan memenuhi kaidah lafal, nada, intonasi, dan tekanan akan membuat puisi itu lebih bermakna dan dihayati oleh pendengar. Salah satu penyair yang ahli mendeklamasikan puisinya adalah Sutardji Calzoum Bachri. Ia selalu membawakan puisinya seakan masuk dunia lain yang sangat puitis dan begitu indah didengar. Apakah Anda mengenal penyair lain yang sering membacakan puisinya
dengan baik? Bagaimanakah cara mendeklamasikan puisi yang baik itu? Berikut ini teknik dasar yang dapat Anda praktikkan untuk berlatih mendeklamasikan puisi.
1. Kenali dulu gaya atau jenis puisi tersebut. Misalnya, puisi yang berisi perjuangan nantinya harus dibawakan dengan gaya semangat. Adapun jika puisi tersebut berisi hal yang penuh nilai-nilai religius dapat dibawakan dengan suasana syahdu.


2. Hayati dan pahami isi puisi dengan interpretasi Anda sendiri. Hal ini akan membantu Anda merasakan bahwa puisi yang dibawakan nantinya akan menyatu dengan sanubari Anda sendiri.


3. Selanjutnya, Anda dapat membaca secara berulang-ulang isi puisi tersebut. Mulanya, mungkin Anda bisa membacanya dalam hati kemudian mengucapkan secara bergumam. Selama menghayati dengan membaca berulang-ulang, janganlah Anda terpengaruh oleh suasana sekeliling. Tanamkanlah dalam diri bahwa Anda bisa masuk dalam isi dunia puisi tersebut. Dengan begitu, Anda akan menyatu dengan keseluruhan bait puisi dan makna di dalamnya secara penuh.


4. Lakukanlah latihan membaca puisi dengan berulang-ulang. Sebelumnya, Anda dapat memberi tanda intonasi, tekanan, atau nada pada puisi yang akan Anda bacakan. Hal ini nantinya akan membantu Anda dalam mendeklamasikan isi puisi dengan pembawaan sepenuh hati. Sebagai langkah awal, lakukanlah latihan di depan cermin. Dalam hal ini, Anda sekaligus dapat menilai gesture serta mimik Anda sendiri. Selanjutnya, Anda dapat mempraktikkan pendeklamasian puisi di hadapan teman atau keluarga Anda. Silakan Anda meminta pendapat dari mereka. Hal ini akan lebih membantu Anda jika ada kritik atau masukan dari orang lain. Sebagai bahan latihan, bacalah dalam hati isi puisi berikut dengan saksama. Hayatilah maknanya.


Pada Suatu Hari Nanti
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari
Karya Sapardi Djoko Damono
Sumber: Kumpulan puisi Hujan Bulan Juni, 1994


Dalam puisi tersebut, digambarkan jiwa penyair tidak akan pernah mati di mata dan di hati apresiatornya. Jiwa penyair akan selalu abadi meski sang penyair telah meninggalkan alam fana ini. Mengapa demikian? Segala harapan dan impiannya tentang hidup dan kehidupan, termasuk kesepian dan kesunyian, telah dikristalkan lewat larik-larik puisi yang ditulisnya dengan rasa kecintaan mendalam. Kecintaan itu
adalah kecintaan terhadap hidup, baik pada yang kelak akan musnah maupun yang abadi. Hal tersebut menggerakkan sang penyair untuk terus menghasilkan puisi-puisinya. Tentunya Anda telah memahami kira-kira bagaimana pembacaan puisi dengan baik. Anda dapat menentukan bagaimana lafal, nada, tekanan, hingga intonasi yang baik. Misalnya, puisi tersebut dibacakan dengan lafal yang jelas dan nada yang begitu syahdu. Adapun tekanannya digunakan di berbagai baris tertentu dengan intonasi yang jelas di bagian tertentu pula. Berikut ini contoh penggunaan tanda jeda agar intonasi dalam puisi bisa dibacakan dengan baik.


Pada suatu hari nanti//
Jasadku tak akan ada lagi//
Tapi/ dalam bait-bait sajak ini/
Kau takkan kurelakan sendiri//
Pada suatu hari nanti//
Suaraku tak terdengar lagi//
Tapi/ di antara larik-larik sajak ini/
Kau akan tetap kusiasati//
Pada suatu hari nanti//
Impianku pun tak dikenal lagi//
Namun/ di sela-sela huruf sajak ini/
Kau takkan letih-letihnya kucari//




Uji Materi
1. Bacalah puisi berikut dengan baik.
SELAMAT PAGI INDONESIA 
Oleh : 
Sapardi Djoko Damono
selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk 
dan menyanyi kecil buatmu. 
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu, 
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam 
kerja yang sederhana; 
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan 
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal. 
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah, 
di mata para perempuan yang sabar, 
di telapak tangan yang membatu para pekerja jalanan; 
kami telah bersahabat dengan kenyataan 
untuk diam-diam mencintaimu. 
pada suatu hari tentu kukerjakan sesuatu 
agar tak sia-sia kau melahirkanku. 
seekor ayam jantan menegak, dan menjeritkan salam 
padamu, kubayangkan sehelai bendera berkibar di sayapnya. 
aku pun pergi bekerja, menaklukan kejemuan, 
merubuhkan kesangsian, 
dan menyusun batu-demi batu ketabahan, benteng 
kemerdekaanmu pada setiap matahari terbit, o anak jaman 
yang megah, 
biarkan aku memandang ke Timur untuk mengenangmu 
wajah-wajah yang penuh anak-anak sekolah berkilat, 
para perepuan menyalakan api, 
dan di telapak tangan para lelaki yang tabah 
telah hancur kristal-kristal dusta, khianat dan pura-pura. 
Selamat pagi, Indonesia, seekor burung kecil 
memberi salam kepada si anak kecil; 
terasa benar : aku tak lain milikmu 


2. Bacalah puisi tersebut secara bergiliran.
3. Nilailah setiap puisi yang dibaca oleh teman Anda dengan menggunakan standar penilaian: Nada (nilai 1-2), Lafal (nilai 1-2), Intonasi (nilai 1-2), Jeda (nilai 1-2), Penghayatan (nilai 1-2)


Rangkuman
1. Teknik dasar yang dapat dipraktikkan untuk melatih mendeklamasikan
puisi adalah sebagai berikut.
a. Kenali dulu jenis puisi tersebut.
b. Hayati dan pahami isi puisi dengan interpretasi Anda
sendiri.
c. Bacalah secara berulang-ulang isi puisi tersebut.
d. Lakukanlah latihan membaca puisi secara berulang-ulang


Refleksi Pelajaran
kegiatan membacakan puisi yang telah Anda lakukan akan mengasah penghayatan Anda terhadap sebuah karya puisi. Penghayatan tersebut akan menjadi bekal jika suatu waktu Anda akan terjun menjadi penggiat seni peran. Di samping itu, Anda pun akan memiliki kup bekal untuk mengikuti lomba baca puisi.